SINTANG – Pemerintah Kabupaten Sintang menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) Padi, Jagung, dan Kedelai (Pajale) Tahun 2025 pada Kamis, 10 Juli 2025. Kegiatan ini berlangsung di Aula Balai Praja, Kantor Bupati Sintang, dan dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny.
Selain untuk menyelaraskan langkah dalam pelaksanaan program LTT, rakor ini juga bertujuan membangun kesamaan persepsi dalam pelaporan kegiatan harian di lapangan. Forum ini sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat sinergi antarinstansi dalam mendukung program Swasembada Pangan Nasional.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Ronny menegaskan pentingnya percepatan program LTT sebagai strategi utama dalam menjaga stabilitas dan pemerataan ketersediaan pangan. Ia juga menyebut forum ini sebagai wadah strategis untuk mengevaluasi capaian sebelumnya sekaligus merumuskan langkah kerja ke depan agar lebih terarah dan efektif.
“Melalui momentum Rakor LTT ini, mari kita bersama-sama mewujudkan pemerataan ekonomi melalui kemudahan investasi, pengembangan produk lokal, pengendalian inflasi, stabilitas ketersediaan pangan serta optimalisasi pendapatan daerah yang pada akhirnya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Florensius Ronny.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, TNI, penyuluh pertanian, hingga petani, agar implementasi program LTT bisa tercapai sesuai target yang telah ditetapkan.
Rakor ini diikuti oleh jajaran Dinas Pertanian dan Perkebunan, para camat, penyuluh pertanian lapangan (PPL), Babinsa, serta sejumlah stakeholder lain yang terlibat langsung dalam sektor pertanian di Kabupaten Sintang.
Melalui forum ini, Pemkab Sintang berharap dapat meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan daerah, dan menegaskan peran Sintang sebagai salah satu wilayah lumbung pangan potensial di Kalimantan Barat.
