SINTANG – Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny, meminta para camat, lurah, dan kepala desa di Kabupaten Sintang untuk menghimpun data valid masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan. Permintaan tersebut disampaikan saat memimpin Rapat Koordinasi program ketahanan pangan jagung di desa yang digelar di Pendopo Wakil Bupati Sintang, Selasa, 27 Januari 2026.
Rapat yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Sintang tersebut dihadiri oleh 14 camat, perwakilan Polres Sintang, Bulog Sintang, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Sintang menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sintang membutuhkan data kemiskinan yang benar-benar riil dan bersumber langsung dari pemerintah desa.
Florensius Ronny menjelaskan, meskipun data kemiskinan dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan angka sekitar 7 hingga 8 persen penduduk Sintang hidup di bawah garis kemiskinan, namun pemerintah daerah ingin mengetahui kondisi nyata di lapangan beserta faktor penyebabnya. Ia menyebutkan sejumlah faktor utama penyebab kemiskinan, antara lain disabilitas, penyakit kronis seperti TBC, pascastroke, hipertensi, dan diabetes, rendahnya kualitas sumber daya manusia, serta status janda atau duda dengan jumlah tanggungan yang besar.
Lebih lanjut, Wakil Bupati Sintang menegaskan bahwa kelompok masyarakat tersebut harus menjadi prioritas perhatian pemerintah agar tidak ada warga miskin yang luput dari bantuan. Ia meminta data kemiskinan tersebut sudah tersedia paling lambat April 2026, sehingga pemerintah daerah dapat segera menyiapkan solusi dan bantuan, baik melalui BLT, PKH, maupun dukungan anggaran dari Pemerintah Kabupaten Sintang.
