SINTANG – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sintang, Kurniawan, memaparkan proyeksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sintang Tahun 2027 yang diperkirakan mencapai Rp1,9 triliun.
Hal tersebut disampaikan Kurniawan saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2027 di Pendopo Bupati Sintang, Kamis (9/4/2026).
Kurniawan menjelaskan, dari total proyeksi APBD sebesar Rp1,9 triliun tersebut, pendapatan transfer dari pemerintah pusat diperkirakan mencapai Rp1,6 triliun atau sekitar 88 persen. Sementara itu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sintang diproyeksikan sebesar Rp248 miliar.
“Dari Rp1,9 triliun itu, pendapatan transfer dari pemerintah pusat sebesar Rp1,6 triliun atau sekitar 88 persen dari total APBD, dan PAD Kabupaten Sintang sebesar Rp248 miliar,” terang Kurniawan.
Ia juga menyampaikan bahwa pada Tahun 2026, belanja pegawai mencapai 36,22 persen. Namun, pada Tahun 2027, pemerintah daerah diwajibkan menekan belanja pegawai maksimal sebesar 30 persen.
Bappeda Kabupaten Sintang mencatat, berdasarkan hasil tujuh kali Musrenbang untuk enam daerah pemilihan, terhimpun sebanyak 4.235 usulan dari desa dan kelurahan. Jumlah tersebut kemudian disaring menjadi 748 usulan, dan direkomendasikan oleh pemerintah kecamatan menjadi 453 usulan yang ditujukan kepada 10 organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang.
Kurniawan menjelaskan, prioritas pembangunan Tahun 2027 pada sektor infrastruktur antara lain melanjutkan pembangunan Jembatan Ketungau II, pemeliharaan dan peningkatan jalan kabupaten, penanganan kemacetan di Tugu Jam, peningkatan kualitas alat berat, serta melanjutkan pembangunan Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sintang.
“Sementara pada aspek pembangunan sumber daya manusia, Pemkab Sintang akan menambah fasilitas di RSUD Ade Mohammad Djoen serta mengusulkan pembangunan Politeknik Negeri,” jelasnya.
