SINTANG — Wakil Bupati Sintang Florensius Ronny menghadiri Penyuluhan Pencegahan Kebakaran Hutan Terpadu yang diselenggarakan Kodim 1205 Sintang di Pendopo Wakil Bupati Sintang, Kamis (27/8/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Brigjen TNI Parlindungan Hutagalung, Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat sekaligus Ketua Tim Penanganan Karhutla, Brigjen TNI Muhammad Zamroni, Koordinator Staf Ahli Kepala Staf Angkatan Darat, Forkopimda, DPRD Sintang, jajaran OPD Pemkab Sintang, DAD Sintang, MABM Sintang, instansi vertikal, dan perusahaan. Brigjen TNI Parlindungan Hutagalung menyampaikan bahwa sejumlah perwira dan prajurit TNI dari berbagai wilayah telah datang ke Kalimantan Barat untuk mempercepat penanganan karhutla. “Kita ditugaskan untuk mengedukasi, mencegah dan terakhir penegakan hukum. Kita ingin memastikan kesiapan personil, peralatan, koordinasi, percepatan pemadaman di lapangan. Semua harus bekerjasama dan berkolaborasi. Tanpa kolaborasi tidak akan selesaikan secara efektif. Kita fokus pada pencegahan, kesiapsiagaan, teknologi, tata kelola dan operasional terpadu. Soal data, kita juga wajib satu data, jangan membuat informasi dan data yang berbeda,” terang Brigjen TNI Parlindungan Hutagalung.
Wakil Bupati Sintang Florensius Ronny menyatakan Pemkab Sintang siap melaksanakan arahan Mabes TNI serta memperkuat kerja sama dengan seluruh instansi dalam mencegah dan menanggulangi karhutla. “Kami siap melaksanakan arahan dari Mabes TNI sesuai kemampuan daerah dan siap bekerjasama dan berkoordinasi dengan semua instansi untuk mencegah dan menanggulangi karhutla,” terang Florensius Ronny. Ia menyampaikan bahwa Bupati Sintang telah memberikan arahan untuk mengajukan pembelian alat berat berupa ekskavator kepada DPRD Sintang untuk ditempatkan di seluruh kecamatan guna mendukung ketahanan pangan. “Bapak Bupati Sintang sudah memberikan arahan untuk mengajukan ke DPRD Sintang untuk pembelian alat berat berupa eksavator untuk ditempatkan ke semua kecamatan dalam rangka membantu ketahanan pangan yang ada di Kabupaten Sintang sesuai arahan Bapak Presiden RI kemarin,” terang Florensius Ronny.
Florensius Ronny berharap penyediaan alat berat tersebut dapat mengurangi praktik pembukaan lahan pertanian dengan sistem bakar. “Mudah-mudahan ini dapat mengurangi masyarakat di Kabupaten Sintang membuka lahan pertanian menggunakan sistem bakar. Ada juga arahan Bapak Presiden bahwa ke depan, di BPBD ada anggaran khusus untuk tanggap darurat bencana,” terang Florensius Ronny. Pemkab Sintang menilai penguatan pencegahan, kesiapsiagaan, koordinasi, serta dukungan sarana dan anggaran menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan daerah menghadapi ancaman karhutla.
