SINTANG – Wakil Bupati Sintang Florensius Ronny menghadiri pengumuman dan penyerahan hadiah Lomba Produk Unggulan Daerah (PUD) Kabupaten Sintang Tahun 2026 di Pendopo Bupati Sintang, Kamis (9/7/2026).
Lomba Produk Unggulan Daerah Tahun 2026 diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sintang. Kegiatan tersebut dihadiri dewan juri, para peserta lomba, serta tamu undangan.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sintang Florensius Ronny menyampaikan bahwa banyak produk unggulan Kabupaten Sintang memanfaatkan bahan baku yang berasal dari kekayaan alam. Karena itu, kelestarian lingkungan harus terus dijaga agar sumber daya tersebut tetap tersedia bagi generasi mendatang.
“Jangan sampai alam dan kekayaannya habis, lingkungan rusak. Saya berpandangan pengelolaan lingkungan menjadi penting dan keberlanjutan demi anak dan cucu kita di masa-masa yang akan datang. Saya berharap lomba produk unggulan daerah ini bisa mendorong kepedulian kita terhadap lingkungan dan alam sehingga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” terang Florensius Ronny.
Ia juga mendorong sektor perbankan untuk turut berperan dalam pengembangan produk unggulan daerah, baik melalui dukungan permodalan maupun promosi kepada para pelaku usaha.
“Perbankan juga bisa membantu modal dan promosi bagi para pengrajin yang mampu menghasilkan produk unggulan bagi Kabupaten Sintang supaya bisa terus berproduksi dan diminati pasar. Para pengrajin juga wajib berinovasi baik dalam hal desain, kualitas produk, dan promosi. Manfaatkan dunia digital untuk promosikan produk,” pesan Florensius Ronny.
Menurutnya, produk-produk unggulan yang berhasil meraih prestasi dalam lomba tidak boleh berhenti hanya sebagai karya kompetisi, tetapi harus terus diproduksi dan dikembangkan menjadi usaha yang berkelanjutan.
“Saya berharap produk unggulan daerah Kabupaten Sintang yang menang hari ini bisa terus berproduksi dan diminati masyarakat. Jangan sampai setelah lomba lalu selesai. Dan saya juga berharap produk unggulan Kabupaten Sintang ini menjadi sebuah bisnis yang menjanjikan di masa depan,” harap Florensius Ronny.
Ia juga berharap produk-produk unggulan tersebut dapat diproduksi secara massal sehingga menjadi buah tangan atau oleh-oleh khas Kabupaten Sintang yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Sintang Kurniawan menjelaskan bahwa Lomba Produk Unggulan Daerah merupakan salah satu agenda turunan dari RPJMD Kabupaten Sintang Tahun 2025–2029.
“Tujuannya adalah penguatan ekonomi daerah melalui pengembangan potensi unggulan dan di misi yang keempat mewujudkan ekonomi hijau sebagai pondasi ketahanan ekonomi daerah yang berkelanjutan. PUD menjadi strategis bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya lokal, memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus menjaga keberlangsungan lingkungan,” terang Kurniawan.
Menurut Kurniawan, Pemerintah Kabupaten Sintang sebelumnya telah menetapkan 25 Produk Unggulan Daerah melalui Surat Keputusan pada tahun 2024. Untuk tahun 2026, proses penetapannya dilakukan salah satunya melalui pelaksanaan lomba tersebut.
“Kita juga pernah menetapkan SK Produk Unggulan Daerah Tahun 2024 dengan 25 produk unggulan. Tahun 2026 sedang kita proses, salah satunya dengan lomba ini. Produk unggulan daerah yang akan kita umumkan ini merupakan representasi dari potensi lokal Kabupaten Sintang yang memiliki peluang untuk berkembang menjadi produk yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” terang Kurniawan.
Ia menambahkan, Lomba Produk Unggulan Daerah Tahun 2026 diikuti oleh 33 peserta dengan total 73 jenis produk dari berbagai kategori.
“Lomba PUD ini diikuti 33 peserta dan menghasilkan 73 jenis produk yang berasal dari berbagai kategori, yaitu Sintang Asin, Sintang Manis, Sintang Pedas, dan Komoditas Potensial. Kegiatan ini sudah melalui proses seleksi yang cukup panjang dan penilaian oleh dewan juri serta telah ditetapkan produk-produk terbaik yang dinilai memiliki kualitas, memiliki inovasi, memiliki pemanfaatan bahan baku lokal, memiliki nilai keberlanjutan usaha serta potensi pengembangan pasar,” terang Kurniawan.
